Lampung Selatan,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, menyusui, dan balita (3B) adalah inisiatif nasional 2025 yang bertujuan menurunkan stunting dengan menyalurkan makanan bergizi secara rutin, seringkali melalui posyandu. Program ini menyediakan makanan siap santap, paket gizi, dan susu, untuk meningkatkan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Program tersebut seharusnya disambut baik oleh pihak dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk melakukan penyaluran pada ibu hamil, menyusui dan balita.

Namun fakta dilapangan pihak penyedia dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak mengedepankan kehigenisan makanan yang disalurkan untuk ibu hamil, menyusui dan balita. Senin (16/02/2026).
Hal itu diketahui setelah viralnya Video yang memperlihatkan penemuan belatung di dalam makanan yang dibagikan kepada ibu hamil, menyusui dan balita yang ada di kecamatan Rajabasa kejadian ini membuat warganet heboh dan memicu kekhawatiran publik soal kualitas makanan tersebut.
Dalam video berdurasi 42 detik yang tersebar luas di media sosial dan grup WhatsApp, tampak beberapa ekor belatung masih hidup dan bergerak di dalam makan yang berisi Kurma.
Makanan tersebut diketahui berasal dari program makan bergizi gratis yang dicanangkan dalam program nasional pemerintah pusat untuk meningkatkan gizi untuk ibu hamil, menyusui dan balita.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyedia makanan (SPPG) yang terletak di Desa Canggung belum memberikan pernyataan resmi. Namun, masyarakat dan orang tua siswa mendesak adanya evaluasi ketat terhadap dapur penyedia dan standar kebersihan yang diterapkan.
