Lampung Selatan,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan di Kabupaten Lampung Selaran. Kali ini, menu makanan yang disajikan di beberapa Desa di Kecamatan Rajabasa diduga mengandung belatung.
Belatung tersebut ditemukan dalam omprengan sayur yang diduga dibagikan kepada SPPG Canggung. Untuk ibu hamil, menyusui dan balita.(3B). Temuan ini sontak mengubah suasana makan siang menjadi momen yang sangat menghawatirkan. yang semula bersiap menyantap hidangan, mendadak diliputi rasa takut dan jijik.
Kekhawatiran Kelompok Penerima Manfaat (KPM) pun mengemuka. Mereka menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan persoalan serius yang berpotensi mengancam kesehatan ibu hamil, menyusui dan balita.
“Ini bukan hal sepele. Anak kami bisa sakit. Program yang seharusnya meningkatkan gizi malah berpotensi membahayakan. Kami minta ada evaluasi menyeluruh,” ujar seorang KPM dengan nada tegas. Kamis (23/07/2026).
Menu yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari
Acar kuning, chiken tsukene, tahu, nasi, kelengkeng. secara komposisi menu tersebut, telah memenuhi unsur gizi dasar, namun temuan belatung menimbulkan pertanyaan serius terkait standar kebersihan, pengelolaan, hingga distribusi makanan.
Diketahui dalam persepektif regulasi, penyediaan makanan bagi publik, wajib memenuhi standar keamanan pangan, sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang panganan, selain itu peraturan menteri kesehatan nomor 1096/Menkes/Per/VI/2011 tentang higiene sanitasi jasaboga menegaskan bahwa makanan harus aman, layak konsumsi, dan bebas dari kontaminasi biologis, termasuk lava.
Dari sisi perlindungan anak, ibu hamil, menyusui dan balita.kondisi ini juga berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang mewajibkan negara dan seluruh pihak menjamin hak anak atas kesehatan dan kelangsungan hidup.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola, SPPG Canggung. belum memberikan keterangan resmi. klarifikasi kepada publik.
Minimnya respons ini memicu desakan dari berbagai pihak agar dilakukan investigasi menyeluruh. Satgas MBG Kabupaten Lampung Selatan dan Koordinator Wilayah (Korwil) diminta segera turun tangan.
