Lampung Selatan — Dugaan ditemukannya ulat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, menjadi perhatian serius Menyusul viralnya informasi tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Lampung Selatan bersama tim daerah akan segera turun ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Canggung, Kecamatan Rajabasa.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program MBG, khususnya terkait keamanan pangan dan proses penyediaan makanan bagi kelompok penerima manfaat (KPM).
Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan menyatakan akan berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten untuk melakukan pemeriksaan langsung. Pengawasan meliputi kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), standar gizi, kebersihan makanan, penggunaan bahan baku, hingga proses pengolahan dan distribusi.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Devi Arminanto, S.K.M., M.M., melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Wira Yudha Kusumah, S.E., M.M., mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kita koordinasikan lebih lanjut dengan Satgas Kabupaten, dan akan dijadwalkan tanggalnya. Khususnya Dinkes bersama dengan Satgas akan segera turun ke lapangan,” ujar Yudha.
Program MBG sendiri menyangkut pemenuhan gizi masyarakat. Karena itu, kualitas bahan makanan, kebersihan dapur, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi menjadi bagian penting yang harus dipastikan sesuai ketentuan.
Masyarakat kini menunggu langkah kongkret Satgas dan Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk mengungkap fakta di balik dugaan temuan tersebut.
Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program MBG di Lampung Selatan berjalan aman, higienis, dan sesuai standar.
