Lampung Selatan, – Kerusakan lingkungan seperti pencemaran sampah plastik, berkurangnya ruang hijau, dan rendahnya kesadaran pengelolaan sampah, masih menjadi polemik di banyak wilayah khususnya Lampung Selatan.
Diketahui Pelajar sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. Namun, masih banyak siswa yang belum mendapatkan edukasi praktis mengenai pengelolaan sampah, konservasi air, penghijauan, serta gaya hidup ramah lingkungan.
Maka dari itu Kegiatan yang diprakarsai oleh SISPALA LGH SMA Ma’arif 1 Sukatani ini melakukan kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup Bagi Pelajar, yang mana kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Ma’arif 1 Sukatani. Rabu (20/05/2026)

Kegiatan itu bukan hanya seremonial belaka, diharapkan para pelajar mampu memahami isu lingkungan, membentuk kebiasaan positif, serta menjadi agen perubahan di sekolah dan masyarakat.
Ketua SISPALA LGH sekaligus Ketua PIC kegiatan, Saka Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus aksi nyata bagi pelajar dalam menjaga lingkungan hidup.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para pelajar tidak hanya memahami teori tentang lingkungan hidup, tetapi juga mampu menerapkan aksi nyata seperti menanam pohon, mengelola sampah, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun rumah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa peserta kegiatan berasal dari berbagai sekolah tingkat SMP, anggota Pramuka, dan GSM WALHI Lampung di wilayah Lampung Selatan, yaitu: SMPN Satu Atap 1 Kalianda, SMPN Satu Atap 2 Kalianda, SMPN Satu Atap 4 Kalianda, MTs Raudlatul Ulum Sukabanjar, SMP 1 Way Panji Sidoharjo, SMPN 2 Palas, MTs Darul Amanah Lubuk Kamal MTs GUPPI 04 Bumi Asih Palas, SMPI Maslahatul Ummah Sidomakmur, SMPN 3 Kalianda, SMA Ma’arif 1 Sukatani, Anggota Pramuka Saka Bhayangkara, Anggota Bahari Lampung Selatan dan GSM Walhi Lampung.
Diketahui Pemateri pertama, Wahyudi Kurniawan selaku Kepala UPTD KPH Way Pisang, menyampaikan materi tentang Pengenalan Perubahan Iklim, Konservasi Lingkungan Hidup dan Peran Pelajar dalam Menjaga Lingkungan Hidup; Pemateri kedua, Ernanda AS selaku Kabid PPKL Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan, menyampaikan materi tentang Pengelolaan Sampah Berbasis 3R di Lingkungan Sekolah, Pengenalan Bank Sampah dan Praktik Pembuatan Eco-Brick; Materi ketiga disampaikan oleh Irfan Tri Musri, selaku Direktur WALHI Lampung, mengenai Peran Pelajar dalam Membangun Gerakan Lingkungan Hidup dan Kampanye Menjaga Kelestarian Alam; Sementara materi keempat disampaikan oleh Supriyanto dari Wanacala Lampung mengenai Praktik Pembuatan dan Pemanfaatan Pupuk Organik Cair dan Padat.
Tak hanya itu Bahwa kegiatan yang laksanakan hari ini mendapat dukungan dari Kementerian Kehutanan, BPDLH, dan program FOLU Net Sink 2030.
Selain materi ruangan yang disampaikan pada tanggal 20 Mei 2026, panitia juga akan melaksanakan kegiatan Field Trip pada tanggal 21–22 Mei 2026 dengan agenda penanaman bibit produktif dan pinang di: SMPN Satu Atap 1 Kalianda, SMPN Satu Atap 2 Kalianda, MTs Raudlatul Ulum Sukabanjar dan MTs GUPPI 04 Bumi Asih.
Saka Maulana juga menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelajar tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, Menanamkan sikap peduli lingkungan melalui praktik langsung.
Ditempat yang sama Kepala SMA Ma’arif 1 Sukatani, Anggriana, memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan lingkungan hidup sangat penting dalam membentuk karakter pelajar yang peduli, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini sangat positif karena mampu membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup sejak dini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ernanda AS, mewakili Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan, dalam sambutannya mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor gerakan lingkungan di sekolah dan masyarakat.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kami berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan dalam mendukung pengendalian perubahan iklim dan gerakan penghijauan,” katanya.
