Lampung Selatan,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, menyusui, dan balita (3B) adalah inisiatif nasional 2025 yang bertujuan menurunkan stunting dengan menyalurkan makanan bergizi secara rutin, seringkali melalui posyandu. Program ini menyediakan makanan siap santap, paket gizi, dan susu, untuk meningkatkan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Program tersebut seharusnya disambut baik oleh pihak dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk melakukan penyaluran pada ibu hamil, menyusui dan balita. Namun fakta dilapangan pihak penyedia dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak mengedepankan kehigenisan makanan yang disalurkan untuk ibu hamil, menyusui dan balita. Jum’at (05/07/2026).

Hal itu diketahui setelah viralnya foto yang memperlihatkan penemuan Hansaplas (Plester Luka Khusus) di dalam makanan yang dibagikan kepada ibu hamil, menyusui dan balita yang ada di Desa Kunjir, kecamatan Rajabasa kejadian ini membuat warganet heboh dan memicu kekhawatiran publik soal kualitas makanan tersebut.
Dalam foto yang tersebar luas di media sosial dan grup WhatsApp, tampak Hansaplas (Plester Luka Khusus) bercampur pada makanan sayuran.
Makanan tersebut diketahui berasal dari program makan bergizi gratis yang dicanangkan dalam program nasional pemerintah pusat untuk meningkatkan gizi untuk ibu hamil, menyusui dan balita.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyedia makanan (SPPG) Banding II. yang terletak di Desa Kunjir belum memberikan pernyataan resmi atau sikap terhadap kelalaiannya, hal ini memicu, masyarakat dan orang tua mendesak adanya evaluasi ketat terhadap dapur penyedia dan standar kebersihan yang diterapkan.
Antonio al farez hidayat, yang mana diketahui selaku Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) membenarkan jika pendistribusian MBG pada hari ini terdapat Hansaplas (Plester Luka Khusus) pada makanan jenis sayuran.
Hal itu menjadi pertanyaan dikarenakan selaku kepala SPPI, tidak jeli dan menimbulkan kurangnya kehigenisan terhadap makanan yang disalurkan.
Menurutnya kejadian itu sudah diketahui, namun langkah kongkrit tak juga terealisasi dalam penyaluran pendistribusian MBG tersebut.
“Ya itu betul, untuk kejadian dihari ini saya sudah konfirmasi untuk kejadian yang ada Hansaplas yang di desa kunjir, adanya Hansaplas di dalam pendistribusian ini akan di evaluasi agar tidak terjadi lagi”
