Gagal Ambil Air, Direktur PDAM Lamsel Pilih ‘Studi Banding’ Mendadak ke Rumah Warga di Kecamatan Sebelah

Lampung Selatan,- Kurangnya perencanaan yang matang dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja sering kali menjadi penyebab utama pemborosan dan lambatnya penyerapan anggaran di tingkat kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Hal ini terjadi pada PERUMDAM Tirta Jasa (PDAM) Lampung Selatan, yang mana di ketahui saat ini sedang di Nahkodai Julianto, M.Pd. sebagai Direkturnya.

Pasalnya polemik yang terjadi saat ini diduga pihak PERUMDAM Tirta Jasa (PDAM) Lampung Selatan, akan melakukan ujicoba langkah rencana penambahan debit air dari sumber aliran Citi’is Desa Cugung, untuk dialirkan ke wilayah Bakauheni.

Alih-alih akan mulusnya pada ujicoba rencana penambahan debit air yang akan dilakukan oleh PERUMDAM Tirta Jasa (PDAM) Lampung Selatan, hal ini malah mendapatkan PENOLAKAN dari Masyarakat Tiga Desa yakni Cugung, Kerinjing dan Batu Balak.

Penolakan tersebut dilatarbelakangi oleh jumlah debit air yang akan dimanfaatkan oleh PDAM diluar batas pemanfaatan air. Sehingga nantinya ini akan berdampak secara langsung untuk kebutuhan air masyarakat pada Tiga Desa tersebut.

Setelah viralnya Pemberitaan dari hasil musyawarah PENOLAKAN dari masyarakat, Direktur PERUMDAM Tirta Jasa (PDAM) Lampung Selatan. Julianto, M.Pd. langsung melakukan pertemuan dengan salah satu kepala Desa Cugung. Tanpa melibatkan kepala Desa Kerinjing dan Batu Balak.

Namun dalam pertemuan tersebut diduga sangat janggal, diketahui pertemuan antara Direktur dan Kepala Desa itu tidak di balaidesa melainkan di rumah salah satu warga yang terletak di Desa Totoharjo. yang notabenenya sudah beda kecamatan. Hal itu menimbulkan persepsi kecurigaan dikalangan masyarakat.

Menanggapi pertemuan itu, Media Aktuallampung.com mencoba untuk melakukan konfirmasi pada Direktur PDAM. Melalui pesan WhatsApp “Kenapa pertemuannya di Desa totoharjo Bang. Sedangkan musyawarah semalem melibatkan 3 Desa? Dan musyawarah penolakan tersebut di balaidesa Cugung”. Minggu (06/09/2026).

Hal menimbulkan polemik yang janggal pasalnya pesan yang di balas oleh Julianto, berisikan “intinya kita menerima dan akan segera menarik pipa2 kita demi menjaga kondusifitas, nanti kita up vidio penarikan pipanya ya bang” Balas Julianto

Untuk lebih jelas lagi, Aktuallampung.com mendatangi Kepala Desa Cugung, dan dirinya menjelaskan bahwa saat beristirahat sore dirumah. tiba-tiba mendapatkan telpon dari Direktur PDAM untuk segera menuju ke Desa totoharjo untuk pembahasan terkait rencana pengambilan penambahan debit air dari sumber aliran Citi’is.

“Sudah sore mau magrib saya ditelpon direktur PDAM dia nyuruh untuk saya nemuin dia di totoharjo, katanya mau bahas tentang rencana pengambilan debit air yang dari aliran Citi’is, yang ditolak oleh masyarakat, selain itu tadinya pipa yang sudah terpasang itu mau di hibahkan di desa kita, tapi saya tetap berkomitmen dari musyawarah semalam dalam waktu tujuh hari untuk segera di lakukan pengangkutan material” Papar Syafrudin Ali.

Hal ini seharusnya menjadi catatan besar untuk Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. pasalnya diketahui bahwa saat ini kebupaten Lampung Selatan mengalami efisiensi anggaran.

Diketahui dari informasi yang ada pipa yang saat ini sudah terpasang oleh PERUMDAM Tirta Jasa (PDAM) sebanyak seratus batang pipa berukuran 4inch dan 3inch. Hal ini menimbulkan pemborosan untuk PERUMDAM Tirta Jasa (PDAM) kabupaten Lampung Selatan. (DENDI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *