Lampung Selatan,- Kepala Perum Bulog Cabang Lampung Selatan Fedrial Farhan memantau langsung harga sejumlah bahan pangan di Pasar Inpres Kalianda, sebagai upaya memastikan stabilitas harga di tingkat pasar tradisional.
“Pengecekan ini sengaja kita lakukan untuk memastikan harga pangan di pasar. Pengecekan ini berkaitan dengan kebijakan dari Pak Presiden, bahwa tidak ada kenaikan harga,” ujar Fedrial Farhan. Selasa (14/07/2026).
Selain itu Kepala Bulog juga memastikan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Minyak goreng merek Minyak Kita di Lampung Selatan Khususnya dikalianda berjalan lancar.
“Kami senang disini SPHP dan minyak kita, banyak peminatnya. Kami juga mengecek harga minyak goreng, juga tidak ada masalah. Sementara yang dikeluhkan pedagang adalah kenaikan harga plastik kemasan akibat dampak geopolitik global yang mengganggu impor plastik kita,” sambungnya.

Masih kata Fedrial, Pasar Inpres Kalianda merupakan salah satu pasar yang masuk dalam program pemantauan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2HP), sehingga perkembangan harga berbagai komoditas penyumbang inflasi dapat dipantau secara berkala.
Sementara itu, pedagang beras Winda mengatakan stok beras di tokonya mencapai Dua hingga Tiga ton. Menurutnya, beras SPHP dengan harga Rp60 ribu per kemasan menjadi produk yang paling banyak diminati pembeli.
“SPHP paling cepat habis karena harganya paling terjangkau,” ujarnya.
Selain itu Fedrial Farhan mengingatkan para pedagang agar menjual pasokan beras dan minyak goreng, dengan harga yang sudah di tentukan. Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Selain mengecek pasokan di bawah, tadi juga mayoritas pedagang Hasil yang kita pantau tadi, mereka jual antara 11.600 s.d 12.000 per kg. HET untuk beras SPHP 12.500/kg” Tutupnya.
