Kepala Bulog, Berkomitmen Jika Ada Beras Bantuan Dari Bapanas Yang Tidak Layak:, Siap Ganti Jika Ditemukan Rusak

Lampung Selatan,– Perum Bulog Cabang Lampung Selatan memastikan bantuan pangan pemerintah yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat dalam kondisi layak konsumsi. Sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas bantuan, Bulog juga membuka ruang pengaduan bagi warga apabila menemukan beras yang rusak atau tidak layak saat diterima.

Kepala Bulog Cabang Lampung Selatan, Fedrial Farhan, mengatakan pihaknya baru saja menuntaskan penyaluran bantuan pangan tahun 2026 untuk alokasi Februari–Maret. Program tersebut menyasar sebanyak 184.677 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam program bantuan pangan tersebut, setiap PBP menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk setiap alokasi. Karena penyaluran dilakukan untuk dua bulan sekaligus, maka setiap penerima memperoleh total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Dengan jumlah penerima mencapai 184.677 PBP, total bantuan yang telah disalurkan pada alokasi Februari–Maret 2026 mencapai sekitar 3.693.540 kilogram atau 3.693,54 ton beras, serta 738.708 liter minyak goreng.

“Kami ingin memastikan bantuan yang diterima masyarakat benar-benar dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Jika ada warga yang menerima beras dalam kondisi rusak, berkutu, berbau, atau tidak layak konsumsi, silakan segera melapor melalui pemerintah desa atau petugas penyalur di wilayah masing-masing,” ujar Fedrial saat ditemui di kantornya, Senin (22/6/2026).

Menurut Fedrial, stok pangan yang dikelola Bulog Lampung Selatan saat ini tersimpan di dua gudang, yakni Gudang Kedaton dan Gudang Bakti Rasa. Meskipun pengawasan kualitas dilakukan secara rutin, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan mutu selama proses penyimpanan maupun distribusi.

Karena itu, Bulog memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa setiap beras bantuan yang terbukti tidak layak konsumsi akan diganti dengan beras yang memenuhi standar kualitas.

“Kami tidak ingin masyarakat dirugikan. Apabila ditemukan beras bantuan yang kualitasnya tidak baik, Bulog siap menggantinya dengan beras yang layak dan sesuai standar,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan laporan dan masukan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas program bantuan pangan pemerintah. Dengan adanya pengawasan bersama, proses distribusi dapat berjalan lebih optimal dan manfaat bantuan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima.

Penyaluran bantuan pangan yang menjangkau hampir 185 ribu penerima manfaat tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.

Melalui komitmen menjaga mutu dan keterbukaan terhadap laporan masyarakat, Bulog Lampung Selatan berharap program bantuan pangan pemerintah dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh penerima bantuan.(Ar.mcl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *